Balada Seorang Anak

balada-anak

Perkenalkan, aku adalah seorang anak. Iya, aku anak ayahku dan ibuku, bukan anak ayahmu dan ibumu.

Aku akui, sejak kecil aku memang bukanlah anak yang baik. Tapi aku juga tak ingin menjadi anak yang durhaka. Aku memang jarang berdoa untuk ayah dan ibuku. Tapi aku terus berdoa untuk orang-orang yang jahat dan akan berlaku jahat terhadap orang tuaku agar mereka mati dengan sengsara.

Dengan keadaanku yang seperti ini, mungkin aku sudah terlalu jauh dengan apa yang bernama surga itu, tapi aku tak ingin jauh dari surgaku, ibuku.

Para malaikat surga mungkin tak akan pernah berniat untuk menjaga makhluk yang tak tau diri sepertiku ini, tapi aku akan selalu melindungi malaikatku di dunia, ibuku.

Aku memang tak tegas seperti ayahku. Tapi aku bisa menjadi bengis demi melindungi keluargaku, ayahku, ibuku, dan saudaraku.

Ya, seperti inilah aku, seperti inilah hidupku.

*****

Well, ini tulisan pertama yang gue posting di bulan April ini, tapi entah kenapa kok gue malah bikin tulisan kayak gini. Ya, mungkin karena tiba-tiba gue inget keluarga yang saat ini sedang berada jauh dari gue. Jauhnya kira-kira sekitar satu hari satu malam perjalana bus, cukup lah bikin pantat jadi kotak-kotak kayak perutnya Ade Rai. Mulai gak jelas nih kayaknya. Oke gue cabut. See you.

Sumber gambar:
http://styvop.deviantart.com/art/anak-kecil-352537749

6 Makanan Yang Nggak Sekeren Namanya

Pernah nggak kalian tertarik mesan makanan atau minuman yang kalian nggak tau bentuk ataupun rasanya kayak gimana, cuma gara-gara ngeliat namanya yang super-duper-keren-beken abis di daftar menu? Gue pernah! Iya, gue sendiri pernah!

Dan sialnya, apa yang dipesan itu ternyata nggak sekeren namanya, malah terkesan biasa aja. Pernah merasa kayak gitu? Gue pernah! Sekali lagi, gue pernah! Nah, oleh karena itu malam ini gue tertarik untuk bikin posting mengenai list makanan/minuman yang ternyata nggak sekeren namanya.

What’s that? Check it out.
(more…)

5 Perubahan Jomblo Ketika Punya Pacar

5-perubahan-jombloHayo, siapa yang sabtu malamnya di rumah aja? Siapa yang di sabtu malam ini masih betah sama predikat jomblonya? Sengaja nggak ditulis malam minggu, kasihan yang jomblo.

Berhubung ini adalah sabtu malam, maka marilah kita mengasihani yang jomblo. Gue jadi pengin bikin post tentang jomblo. Kan jarang-jarang ada sesuatu yang dibuat secara spesial buat yang jomblo. Eh, ngomong-ngomong soal jomblo, selain haus belaian dan kasih sayang, ada beberapa hal dari mereka yang menurut gue akan berubah kalau mereka punya pacar nantinya. Iya, nanti sih, itu pun kalo nanti punya. Nah, perubahan-perubahan itulah yang akan gue bahas disini.

Eng ing eng..

1. Status
Yap, dimana-mana hal yang pertama kali berubah dari seorang jomblo saat punya pacar adalah status. Kan percuma dong udah punya pacar tapi statusnya masih aja jomblo. Apa nggak kasihan sama si jomblo itu? Eh, maksud gue, jomblo-yang-udah-punya-pacar itu. Kasihan kan? Kasihan dong? Kalo kasihan bagus deh. Biarin aja dia menikmati status barunya, paling juga baru satu atau dua bulan balik lagi ke status yang lama. Duh, mblo.
(more…)

Tentang PHP

phpEng ing eng.

PHP, di zaman ini siapa sih yang nggak kenal dengan istilah PHP. Bagi anak IT, mungkin mereka menyebut PHP itu sebagai singkatan dari bahasa pemrograman yang sering mereka gunakan. Tapi, bagi anak non-IT apalagi anak-anak abege (ditulis abege biar nggak terlalu mainstream) pengertian PHP sedikit berbeda. Mereka berpikir secara sederhana, gue suka itu. Yap, PHP bagi mereka adalah singkatan dari “Pemberi Harapan Palsu”.

Pernah nggak kalian merasa di-PHP-in? Kalau pernah gimana rasanya? Sakit ya? Mungkin ada yang bakal jawab, “Sakit, banget”. Mungkin juga ada yang bakal jawab, “Sakit beud, kakak.”

Entah kenapa PHP identik dengan janji. PHP juga punya hubungan baik dengan ge-er, sayangnya nggak sebaik hubungan gue dan dia. Tuh kan, mulai ngaco nih.

Sekarang ini PHP bukan hanya masalah cinta, tapi juga politik. Apalagi di tahun 2014 ini yang kata orang-orang adalah tahun politik. Lihat aja di tepi-tepi jalan yang kita lalui, banyak foto orang-orang yang entah siapa mereka sebenarnya, mengumbar janji-janji manis agar terpilih menjadi wakil rakyat. Tapi, entah sudah berapa periode janji manis itu tinggal janji, bukan lagi manis, tapi pahit.

Mau korban perasaan, korban pas lebaran, korban PHP, atau apapun yang namanya jadi korban itu pasti nggak enak. Mungkin lebih nggak enak daripada nggak enaknya suasana perut setelah makan bakso satu mangkuk, tapi cabenya juga satu mangkuk. Nggak enak kan?
(more…)

Enaknya Jadi Anak Kecil

anak-kecil-alfiblog

Hayo ngaku, siapa mau kembali ke masa kecilnya? Iya, masa kecil. Masa dimana badan kita masih kecil-kecil. Eh, becanda, hehe. Gue sendiri kangen akan masa kecil gue. Masa-masa dimana yang kita lakukan hanya tertawa, bertingkah semau kita, berlari kesana kemari, ke arah mana kaki melangkah, menangis ketika kita terjatuh saat berlari, mengambil apa yang ingin kita punya, mencampakkan apa yang tidak kita inginkan. Semua itu bisa kita lakukan tanpa harus memikirkan ini atau itu, tak perlu perduli dengan adanya faktor sebab-akibat, dan pastinya, anak kecil nggak perlu mikirin beban hidup . Semuanya kita rasakan dan kita lakukan dengan bebas, lepas tanpa beban. Ah, indahnya.

Kalau dikenang kayaknya masa kecil memang lebih enak apabila dibandingkan dengan masa-masa yang telah kita lalui dan akan kita lalui setelahnya, apalagi masa yang sekarang sedang kita jalani. Ya, bisa disebut dengan masa-remaja-menuju-dewasa-dan-akan-berakhir-tua-seiring-usia. Nggak kayak masa kecil, di masa sekarang ini kita nggak bisa bebas lagi, kita mau nggak mau harus terbebani dengan pikiran ini atau itu, itu atau ini. Ah, apalah itu, apalah ini. (mulai deh ngawur)

Terlebih lagi, ada beberapa situasi yang bikin gue benar-benar kangen akan masa kecil, dan rasanya pengen banget kembali ke masa itu. Mungkin kalian juga.

1. Punya banyak cita-cita.
cita-cita

Ini salah satu alasan gue kangen akan masa kecil, masih bisa punya banyak cita-cita. Coba kalian ingat-ingat lagi udah berapa kali kalian ganti cita-cita waktu kecil dulu. Hari ini pengen jadi ini, besok udah pengen jadi itu. Kalau gue sendiri mungkin lebih dari sepuluh kali. Gue pernah bercita-cita jadi guru karena orang tua gue berprofesi sebagai guru. Gue pernah punya keinginan buat jadi dokter, dokter gigi, dokter hewan dan dokter-dokter lainnya. Bahkan, gue sempat pengen jadi polisi cuma karena sering melihat banyak polwan-polwan di perempatan jalan ke sekolah gue dulu yang cantiknya nggak manusiawi. Ternyata gue beruntung karena dari kecil udah bisa bedain yang mana wanita cantik.

(more…)